Sesungguhnya
ada dua faktor integral yang menjadi dasar dan latar belakang sejarah
berdirinya IMM, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Yang dimaksud
dengan faktor intern adalah faktor yang terdapat dan ada dalam
organisasi Muhmmadiyah itu sendiri. Sedangkan faktor ekstern adalah
hal-hal dan keadaan yang datang dari dan berada di luar Muhammadiyah,
yaitu situasi dan kondisi kehidupan umat dan bangsa serta dinamika
gerakan organisasi-organisasi mahasiswa.
Faktor
intern sebetulnya lebih dominan dalam bentuk motivasi idealis dari
dalam, yaitu dorongan untuk mengembangkan ideologi, paham, dan cita-cita
Muhammadiyah. Untuk mewujudkan cita-cita dan merefleksikan ideologinya
itu, maka Muhammadiyah mesti bersinggungan dan berinteraksi dengan
berbagai lapisan dan golongan masyarakat yang majemuk. Ada masyarakat
petani, pedagang, birokrat, intelektual, profesional, mahasiswa. dan
sbagainya.
Interaksi
dan persinggungan Muhammadiyah dengan mahasiswa untuk merealisasikan
maksud dan tujuannya itu, cara dan strateginya bukan secara langsung
terjun mendakwahi dan mempengaruhinya di kampus-kampus perguruan tinggi.
Tetapi caranya adalah dengan menyediakan dan membentuk wadah khusus
yang bisa menarik animo dan mengembangkan potensi mahasiswa. Anggapan
mengenai pentingnya wadah bagi mahasiswa tersebut lahir pada saat
Muktamar ke-25 Muhammadiyah (Kongres Seperempat Abad Kelahiran
Muhammdiyah) pada tahun 1936 di Jakarta. Pada kesempatan itu dicetuskan
pula cita-cita besar Muhammadiyah untuk mendidirkan universitas atau
perguruan tinggi Muhammadiyah. |
Tampilkan postingan dengan label Keilmuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keilmuan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 September 2012
Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Langganan:
Postingan (Atom)